7 Jul 2017

How To Motivate and Develop an "Under-performing" Team?

Namanya Irma, tadinya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Medan. Everything was ok di sana dan kinerjanya di perusahaan itu pun bagus. Tetapi ternyata dia harus pindah ke kampung halamannya di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, untuk sebuah masalah keluarga.
Ternyata memang benar bahwa "A good performer should not worry about finding a job, the job will find you!"

Makanya tidak lama setelah
pulang Irma pun mendapatkan tawaran kerja untuk menjadi Direksi di sebuah perusahaan.
Perusahaannya memang relatif kecil dibandingkan perusahaan sebelumnya, tetapi melihat prospek yang bagus dan posisinya sebagai "decision maker" Irma pun tertarik untuk mencoba experience ini.

Irma pun percaya diri karena sebelumnya juga Irma pernah menjadi atasan dengan puluhan anak buah, latar belakang bisnis yang mendukung dan leadership yang bagus.
Irma started her experience.
Dan ternyata .......

Realita yang Irma hadapi jauh sekali dari apa yang dia bayangkan sebelumnya. Irma memang sudah lama dan sudah berpengalaman sebagai leader, tetapi seolah olah pengalamannya itu tidak berguna. Anak buahnya sekarang beda jauh sama yang dulu.
Di tempat yang lama, anak buahnya sangat termotivasi untuk bekerja dan mereka juga punya kompetensi yang cukup bagus.
Di sini anak buahnya kurang sekali kompetensinya dan terutama seperti mereka tidak termotivasi.
Bekerja datang jam 9 pulang jam 5 sore tepat, di dalam kantor mereka seperti menahan beban dan sangat beharap agar jam segera menunjukkan jam 5 agar mereka bisa pulang, dan segera melakukan aktivitas mereka yang lain (olahraga, atau bertemu dengan keluarga mereka).
Tidak ada yang ingin bekerja keras, extra effort untuk hasil yang lebih baik.
Pantes aja kinerja perusahaan beberapa tahun terakhir ini menurun drastis.

Parahnya lagi, Irma tidak bisa memberhentikan mereka atau mengganti mereka dengan yang lain.
Biaya pesangon mereka terlalu tinggi buat perusahaan dan untuk mencari gantinya di kota kecil itu akan susah sekali.

Irma pun bertanya-tanya,"What should I do? What should I do?"
Haruskah Irma kembali ke Medan? Atau haruskah Irma meneruskan pekerjaannya yang challenging di sini?

Hal yang dialami Irma menarik dan sayangnya masih sering terjadi. Ada saja talent yang pindah dari satu perusahaan  ke perusahaan yang lain, tetapi ternyata shock, karena tim yang harus ditanganinya sekarang tidak sebagus timnya yang dulu.

Heeeey!!! Wake up!!
You are hired as troubleshooter!
And direkrut sebagai orang yang mampu memecahkan masalah.
Kalau timnya sudah jago, ya buat apa juga anda di hire kan?
Your job is to motivate and develop them!!!

Jadi pertama kali, anda harus mempunyai ekspektasi yang realistis. Jangan berharap bahwa timnya akan hebat.
Jangan membandingkan tim anda sekarang dengan tim anda yang dulu. Life has move on. Anda harus melupakan tim yang dulu anda punya, dan menghadapi realitas yang sekarang.

Ambil ini sebagai opportunity!
Semua orang bisa memimpin tim yang terdiri dari anak buah yang pintar pintar.
Hanya leader yang hebat yang mampu memotivasi dan mengembangkan tim yang tadinya "biasa-biasa saja" menjadi tim yang hebat!

Terus apa yang bisa Irma lakukan untuk memotivasi dan mendevelop timnya yang "under-performing" ini?
Coba kita terapkan dan kita ikuti beberapa langkah di bawah ini?


1. OBJECTIVE


Clarify the objectives that the team need to achieve together.
Perjelas agar semua tim mengerti apa yang harus dicapai.
Jelaskan dengan bahasa yang sangat gamblang:
- apa kondisi yang kita inginkan
- bagaimana kondisi yang ingin kita capai
- apa saja gap yang harus kita tutup?
dan terutama diskusikan bersama apa yang tim bisa lakukan untuk bersama sama mencapai apa yang kita inginkan

Pada saat ini lah peran anda sebagai leader sangat penting untuk memotivasi mereka.
Objective anda harus benar benar memotivasi mereka sehingga mereka agar mereka  bekerja keras bersama - sama. Berarti anda harus mampu menjelaskan kepada mereka, apabila bersama sama kita mencapai objective itu ...
- apa pengaruh positif nya bagi perusahaan (kelangsungan bisnis dan kelangsungan pekerjaan serta karier merekA)
- apa pengaruhnya bagi tim (kebanggaan bersama)
- dan apa pengaruhnya bagi mereka (kebanggaan mereka,kemajuan karier, kenaikan gaji dan bonus/incentive mereka)

2. OVERVIEW


Diskusikan overview sitution, konteks di mana bisnis sedang berjalan, peta kompetisi dan faktor faktor external lainnya yang akan mempengaruhi kinerja  bisnis kita.

3. OBSTACLES


Tanyakan kepada mereka dan dengarkan apa saja yang menjadi hambatan kita.
What prevent us from achieving the success.

PENTING!
Di sini peran anda adalah menanyakan dan mendengarkan!
Ini aturan yang harus anda taati sebagai leader di phase ini:
- Jangan menyela
- Jangan menginterupsi
- Jangan mencela
- Jangan mengritik
- Jangan memberi solusi

Pada phase ini anda hanya mendengar dan mencatat!
Ingat, mendengar dan mencatat!
Anda akan sangat tergoda untuk menginterupsi atau memberikan solusi. Jangan!
Karena di sini anda harus mendengarkan dan membiarkan mereka mencurahkan semua isi hati mereka.
Setelah itu , anda ajak bersama-sama untuk melangkah ke phase berikutnya!

4. OPTIONS


Nah, pada phase ini bersama sama anda dan tim anda akan mendiskusikan dan membahas:
- apa saja yang bisa anda lakukan untuk mencapai tujuan
- alternative apa saja yang bisa anda lakukan
- diskusikan "pro" dan "cons" dari setiap alternative
- urutkan bersama apa saja action yang bisa anda lakukan, siapa yang mengerjakan dan deadline nya (action plan)
- ingatkan bahwa yang paling penting adalah EXECUTION DISCIPLINE !

5. OUTCOME


Nah, di phase ini anda sudah melakulan beberapa action plan anda, berarti anda sudah bisa mengevaluasi keberhasilan yang dicapai dari hal hal yang sudah anda kerjakan.
Apa yang bisa anda lakukan di sini :
- bersama sama menilai keberhasilan action yang dilakukan
- celebrate the success and reward your team accordingly
- evaluasi, seberapa dekat anda dengan tujuan akhir yang ingin dicapai
- diskusikan bersama, apa yang masih harus dilakukan lagi ,
- atau seandainya ternyata masih gagal , stop action tersebut dan kemudian evaluasi di step 4, option lain yang bisa anda implementasikan

Jadi meskipun sudah sampai di phase terakhir ini, jangan segan segan untuk mengevaluasi dan kembali ke phase phase sebelumnya untuk menganalisa, apa lagi yang masih bisa dilakukan untuk semakin mendekatkan tim anda ke tujuan akhir yang ingin dicapai.

Dan ingat, peran penting anda sebagai leader untuk menjaga dan meningkatkan motivasi tim anda di setiap phase.

Remember, this is what you can do TO MOTIVATE and DEVELOP an "UNDER-PERFORMING" TEAM?

1. Clarify the OBJECTIVEs
2. Understand OVERVIEW of the situation
3. Identify the OBSTACLES
4. Discuss the OPTIONS
5. Evaluate the OUTCOME and the reward for them

Just remember the five O,
Objectives, Overview, Obstacles, Options and Outcome!

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar