15 Jun 2017

The Road to be A CEO

Namanya Mira, dia adalah salah satu mentee saya. Mira bekerja sebagai Sales Manager di sebuah perusahaan teknologi besar dari Eropa.
Mira cerdas, penuh percaya diri dan sangat ambisius. Dia pernah sekolah di Jerman, dan pernah bekerja di Malaysia dan Turki, dan sekarang di usianya yang masih muda, dia sudah mendapatkan 3-4 kali promosi.

Saya kagum pada Mira yang mempunyi prestasi sebagus itu dan masih mampu juggling dengan kehidupan keluarga dengan kedua anaknya yang lucu-lucu (dia pernah menunjukkan foto mereka ke saya di sela sela mentoring session kami).

Hari itu kami melakukan diskusi kami di sebuah restoran di Pondok Indah Mall.
Dan di tengah tengah diskusi tiba tiba Mira bertanya,"Mas Pam saya punya cita-cita menjadi seorang CEO. Apa yang harus saya lakukan?"

Kemudian Mira meneruskan,"Saya sangat berharap bahwa usia bukan menjadi penghalang saya. Beberapa kali orang orang bilang ke saya, kata mereka kamu masih muda. Masih banyak yang perlu dipelajari. Saya sangat berharap agar saya hanya dinilai dari performance dan potential saya, bukan dari usia saya."

Pertanyaan yang diajukan Mira sangat menarik. Benar juga, kita sering kali bias menilai seseorang . Karena dia masih muda, kita cenderung menilai dia sebagai kurang matang, harus ditempa lagi. Padahal saya pernah melihat beberapa perusahaan yang berani mempromosikan seorang CEO yang sangat muda. Dan akhirnya ternyata dia berprestasi sangat bagus.

Dan ternyata usia yang tua (eh maap, senior) juga bukan jaminan kedewasaan seseorang. Saya juga punya teman yang usianya sudah tua banget, tetapi kedewasaan berfikirnya sangat kekanak-kanakan, dan mempunyai ego yang segede gajah, tanpa keinginan untuk belajar dari yang lain.
Jadi memang benar pendapat Mira bahwa kita tidak boleh menilai seseorang dari usia (fisik dan biologisnya). Semuanya masih tergantung kepada learning agility nya.

Nah kita kembali kepada Mira, yang ingin menjadi CEO. Bukan berarti kalau dia muda dan perform excellent bisa langsung jadi CEO. Karena CEO adalah seorang business leader. Berarti Mira juga harus mengerti beberapa aspek dari business itu sendiri.
Mira memang jago di sales, pertanyaannya apakah Mira mengerti masalah finance, HR dan bahkan operational aspects.
Jangan sampai misalnya Mira menjadi CEO yang dengan background nya di sales akan menjanjikan sorga kepada customernya tetapi kemudian karena ketidaktahuannya di operations, ternyata project nya tidak  bisa di-deliver.
Atau jangan sampai karena Mira tidak mengerti masalah HR atau people management, nanti dia sangat agressive mengejar business objectivenya dan ternyata karyawannya yang bagus bagus malah kabur semua karena merasa diexploitasi.

Intinya jangan sampai Mira merasa bahwa karena performance nya yang sangat hebat dalam  bidang sales, membuat dia merasa bahwa dia akan menjadi CEO yang hebat.
Jadi Mira harus mengerti bahwa kalau seandainya orang menganggap dia masih muda dan masih perlu mengasah kematangan, maksudnya bukan masalah usia. Maksudnya adalah bahwa Mira perlu mengembangkan multi competence yang hanya akan didapatkan dari pengalaman setelah lateral move (pindah jabatan) dari beberapa function.

Saya sendiri pernah ikut menentukan proses seleksi beberapa CEO dan juga pernah menjadi coach nya  beberapa CEO di perusahaan multinasional.
Jadi saya juga  bisa memberikan beberapa tips untuk Mira, bagaimana mengembangkan dirinya untuk menjadi seorang CEO.

1. Define your career aspirations

Apapun yang anda lakukan saat ini coba pikirkan sejenak, sebenarnya suatu saat nanti anda ingin menjadi apa? CEO? Direktur Keuangan? Direktur HR? Atau ingin menjadi konsultan? Atau ingin menjadi enterprenneur?
Gantungkan cita cita anda tinggi tinggi di langit.
Ingat , yang bahaya itu bukannya punya cita cita tinggi dan tidak tercapai.
Yang bahaya itu adalah punya cita cita rendah dan tercapai.

2. Define your career path

Nah, mungkin anda gak bisa melangkah langsung dari posisi anda sekarang ke posisi anda berikutnya.
Tetapi anda bisa menggambar the perjalanan anda dari posisi anda sekarang , ke posisi anda berikutnya, ke posisi berikutnya lagi sampai akhirnya menjadi CEO atau posisi yang anda inginkan.
Mungkin perlu promosi atau rotasi 2 kali, 3 kali atau mungkin bahkan 4 atau 5 kali.
It's ok. Selama anda membuat plan, merencanakan dan kemudian mengimplementasikan plan itu dengan disiplin anda pasti akan mampu mencapai cita cita anda.

3. Define what is the job (role) that you aim in 2-3 years

Nah sekarang lihatlah dulu, apa yang ada di depan mata, 2-3 tahun lagi. Posisi apa yang anda tuju (yang akan membawa anda lebih dekat ke posisi yang akhirnya anda cita citakan).
Ingat posisi anda 2-3 tahun lagi bisa berarti promosi (satu level di atas anda), atau mungkin lateral (posisi lain, levelnya sama tetapi pada function atau depatemen yang berbeda).
Misalnya dari seorang IT Manager menjadi seorang Finance manager.
Kenapa ? Karena mungkin untuk menjadi seorang CEO (pada akhirnya) anda memerlukan competence dalam hal finance. Dan itu akan lebih cepat anda dapatkan kalau anda mengerjakan tugasnya (dan  bukan hanya sekedar belajar teori dari buku).

Terus bagaimana caranya kalau seorang IT manager  bisa menjadi finance manager? Sabar ... sabar, akan diterangkan di steps steps berikutnya.

4. Define the competence requirement for that job

Nah sekarang waktunya nanya ke seseorang yang sekarang sudah menempati posisi tersebut (atau ke HR). Tanyain apa saja sih 5-6 competences yang dibutuhkan supaya seseorang bisa perform pada posisi itu.
Misalnya
- leadership
- financial understanding
- business acumen
- customer relationship management
- project management
- product knowledge
- managing innovations
... etc
pilih 5 atau 6 aja yang paling penting

5. Identify your competence gap

Nah sekarang analisa competence anda sendiri. Idealnya ada beberapa kompetensi yang anda sudah ready. Dan ada beberapa kompetensi yang anda masih belum menguasai.
Nah, Idealnya anda punya 2-3 gaps. Kalau gaps nya kebanyakan, ganti posisi lain. Berarti anda tidak akan siap menuju ke posisi itu dalam 2-3 tahun lagi.
Kalau anda gak punya competence gap, berarti anda sudah menguasai semuanya, ya buat apa anda ke posisi itu? Anda gak akan banyak belajar kan? Ganti , cari posisi yang anda masih punya 2-3 gaps yang anda akan bisa kembangkan dalam 2-3 tahun ke depan.

6. Develop your competence

Nah, setelah ketahuan competence gaps nya berarti anda sudah bisa
mulai mengembangkan diri, belajar untuk menutup gaps tersebut.
Caranya bagaimana?

a) Belajar teori
dengan membaca buku dan mengikuti training
(Please , jangan bilang perusahaan saya tidak menyediakan bukunya atau trainingnya)
Ini karier anda sendiri, nanti kalau dipromosikan gajinya ya anda  nikmati sendiri, berarti kalau harus beli buku atau ikut training, ya anda harus bayar dengan uang anda sendiri!

b) Belajar dari orang lain (coach)

Cari orang yang sudah menguasai bidang kompetensi yang ingin anda pelajari. Fokus sediakan waktu untuk belajar dari dia.
Bilang terus terang , anda ingin mempelajari bidang itu dari dia.
Tanyakan kalau ada hal hal yang anda juga bisa bantu untuk dia.
Remember it is about take and give!

7. Volunteer to do extra work

Next, setelah anda cukup belajar sudah waktunya mempraktekkan pengetahuan anda kan. You have to learn by doing it!
Berarti tanyakan ke department terkait , adakah project project yang anda bisa kerjakan.
Win win solution kan?
Mereka dapet kerjaan gratisnya. Anda dapet ilmu dan pengalamannya.
By the way, you have to do this extra work, additionally to your current work ....
Apa yang selalu saya  bilang, kalau ingin lebih sukses dari yang lain, anda memang harus bekerja lebih keras daripada yang lain. Life is simple!

8. Develop your network
 
Nah, terakhir jangan lupa membina jaringan, networking dan hubungan baik dengan semua orang.
Often it is not about your knowledge and experience, it is not about what do you know.
But it is about who do you know in your network reach.
Develop your network supaya orang orang tahu siapa anda, performance anda, potensi anda, strength anda, agar pada saat ada posisi yang tepat, mereka mencari dan memanggil anda!

Jadi ingat, apakah anda mau menjadi CEO seperti Mira, atau mau mengembangkan karier anda (di mana anda harus menjadi pilotnya) , inilah tips tips yang bisa anda terapkan:
1. Define your career aspiration
2. Define your career path
3. Define what is the role (job) that you aim in 2-3 years time
4. Define the competence requirement for that job
5. Identify your competence gaps
6. Develop your competence
7. Volunteer to do extra work
8. Develop your network

Sumber: Pambudi Sunarsihanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar