19 Jun 2017

How To Learn? (Rules of Five)

Namanya Dodi, dia duduk di baris paling depan di acara launching buku saya di sebuah toko buku ternama di kota itu.
Pada saat acara tanya jawab, tangannya langsung terangkat.
"Pak Pam, it seems that you know everything and you always have the answers to every question. How do you learn, Pak? Bagaimana bapak belajar?"

Pertama , kita koreksi Dodi dulu ya. I dont know everything and I dont have the answer to every questions. Tapi memang saya orangnya suka membaca dan suka belajar. Saya ingat masa kecil saya di Magetan, dan saya menabung uang saku saya selama sebulan dan kemudian pergi ke Toko Buku terdekat (berjarak 24 km dari kota kelahiran saya), dan membeli satu buku per bulan. Waktu itu umur saya 6 tahun, dan sampai sekarang saya masih memelihara kebiasaan membeli 6 buku (minimal) tiap bulan!
(I do the speed reading to get the mosf important content of the book, then I will learn deeply about that most important.
I am here where I am because I read more than others, I learn more than others and I work harder than others!

Perjalanan Mencari Kebenaran

Tulisan Eka Pratama (ITB 2002)

(Baca dan resapi maknanya, ini sangat bagus. Bagi beberapa teman dipandang telah membangkitkan motivasi dan inspirasi..Luangkan waktu kira2 15 menit.)

Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Saya bukan ustadz. Saya hanya seorang "truth seeker" yang suka menulis. Semoga Allah meluruskan niat saya menulis hanya karena Allah, dan bukan karena yang lain. Tulisan ini pun request dari seseorang (yang dekat) yang bertanya pada saya mengenai temannya, yang memiliki pertanyaan unik mengenai Al-Qur'an. Tentang mengapa ayat Al-Qur'an sering kali sulit dimengerti?
Mengapa ayat-ayat nya seperti meloncat-loncat dan tidak tersusun secara sistematis?
Bagaimana cara meraih maknanya dengan baik sehingga bisa diamalkan dalam kehidupan kita?
Apakah ada pengaruhnya jika kita bisa berbahasa arab dalam mempelajari Al -Quran?
Bukankah mampu berbahasa Arab pun belum menjamin seseorang bisa menjangkau makna Qur’an?

Pelajaran Bisnis dari Kisah Kejatuhan Sevel dan Kaskus



Gerai Sevel di bilangan Blok M itu telah tutup. Bekas bangunan tokonya tampak jadi kumuh dan tenggelam dalam kesunyian yang pedih.

Modern Group sebagai induk 7-Eleven Indonesia mengakui kerugian yang signifikan, hingga 400-an milyar.

Gerai Sevel yang dulu marak dimana-mana itu satu demi satu tumbang dalam kebangkrutan dan duka yang teramat masif.

What went wrong?

Saya sendiri dulu termasuk pelanggan Sevel. Jika ada janjian konsultasi dengan klien, saya selalu berangkat dari rumah saya di Bekasi jam 5 pagi (pagi amat yak).

Saya kemudian selalu milih rehat sarapan pagi di Sevel yang lokasinya terdekat dengan kantor klien; dengan menu breakfast yang lumayan premium (mahal maksudnya).

16 Jun 2017

Bertumbuh Pesat di Tangan yang Tepat

Bismillah...

Biasanya di Komunitas Jago Jualan, kontribusi saya bentuknya video, namun kali ini ada sesuatu yang ingin saya sampaikan yang menurut saya sangat penting, dan lebih mudah bagi saya menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Mungkin Anda sering mendengar atau membaca  cerita tentang sebuah bisnis yang bertumbuh pesat di tangan yang tepat.

Namun, dalam beberapa kasus, "tangan yang tepat" bukanlah sang founder atau pendiri bisnisnya.

Pendiri bisnis, pada awalnya memiliki pola yang hampir sama. Bisanya orang tersebut memiliki mimpi besar, memiliki passion dalam bisnis yang Ia bangun, dan biasanya ada unsur kepepet didalamnya.

Namun seiring berjalannya bisnis, sang pendiri ini dihadapkan dengan realita bahwa bisnis itu tidak semuanya bisa berjalan sesuai passionnya di awal.

15 Jun 2017

Kata Mutiara dari Prof. Quraish Shihab

Tulisan yg bagus ini dari Prof. Quraish Shihab

"Keberuntungan" kadang memainkan perannya dalam kehidupan manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal.
Karena itulah takdir mereka.

Boleh jadi keterlambatanmu dari suatu perjalanan adalah keselamatanmu

Boleh jadi tertundanya pernikahanmu adalah suatu keberkahan

Boleh jadi dipecatnya engkau dari pekerjaan adalah suatu maslahat

Boleh jadi sampai sekarang engkau belum dikarunia anak itu adalah kebaikan dalam hidupmu.

Boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi ternyata itu baik untukmu, karena Allah Maha Mengetahui Sedangkan engkau tidak mengetahui.

RIP Ranjan Das

RIP Ranjan Das, CEO SAP-Indian subcontinent meninggal setelah terkena serangan jantung di Mumbai baru-baru ini
Dia adalah salah satu CEO termuda yg sangat sukses & usianya baru 42 tahun!

Apa penyebab kematian Ranjan Das???

Dia sangat rajin berolahraga, fitness mania dan seorang pelari Maraton.

Setelah berolahraga, ia tidak sadarkan diri karena serangan Jantung & meninggal.
Dia punya istri & 2 anak yang masih kecil.
Hal ini harus jadi perhatian untuk semua prrusahaan besar di India, terutama para pimpinannya.
Pertanyaannya adalah kenapa seorang yang sangat aktif berolahraga & seorg pelari, bisa kena serangan Jantung di umur yang masih 42 tahun.
Semua orang  melewatkan sebaris kalimat dalam laporannya, bahwa Ranjan BIASA TIDUR hanya  4-5 jam.

The Road to be A CEO

Namanya Mira, dia adalah salah satu mentee saya. Mira bekerja sebagai Sales Manager di sebuah perusahaan teknologi besar dari Eropa.
Mira cerdas, penuh percaya diri dan sangat ambisius. Dia pernah sekolah di Jerman, dan pernah bekerja di Malaysia dan Turki, dan sekarang di usianya yang masih muda, dia sudah mendapatkan 3-4 kali promosi.

Saya kagum pada Mira yang mempunyi prestasi sebagus itu dan masih mampu juggling dengan kehidupan keluarga dengan kedua anaknya yang lucu-lucu (dia pernah menunjukkan foto mereka ke saya di sela sela mentoring session kami).

Hari itu kami melakukan diskusi kami di sebuah restoran di Pondok Indah Mall.
Dan di tengah tengah diskusi tiba tiba Mira bertanya,"Mas Pam saya punya cita-cita menjadi seorang CEO. Apa yang harus saya lakukan?"

Kemudian Mira meneruskan,"Saya sangat berharap bahwa usia bukan menjadi penghalang saya. Beberapa kali orang orang bilang ke saya, kata mereka kamu masih muda. Masih banyak yang perlu dipelajari. Saya sangat berharap agar saya hanya dinilai dari performance dan potential saya, bukan dari usia saya."

Menghapus dan Menghindari Silo di Internal Perusahaan

Mentalitas silo, menurut kamus bisnis, adalah sebuah kecenderungan mental ketika beberapa departemen atau sektor tertentu tidak bersedia atau cenderung tertutup untuk berbagi informasi dengan departemen lain di perusahaan yang sama. Kecenderungan ini akan mengurangi efisiensi dalam proses bisnis keseluruhan, mengurangi nilai-nilai moral, dan berpotensi mematikan produktifitas karyawan dan bisnis secara umum.

Di dunia bisnis, manajemen mengelola sumber dayanya berdasarkan aturan, regulasi, serta struktur organisasi yang telah ditentukan. Bisnis berskala besar cenderung memiliki  banyak aturan, regulasi dalam struktur organisasi perusahaan yang rumit. Pada lingkungan yang demikian, biasanya manajemen akan mengatur sumber daya secara formal, memastikan bahwa semua aturan dan formalitas dipatuhi dengan baik. Departemen dan karyawan akan mendapat tekanan untuk selalu patuh pada aturan dan formalitas. Sebaliknya, perusahaan yang memiliki struktur organisasi yang lebih flat, tidak banyak formalitas, dan dengan peraturan yang tegas namun sederhana, karyawannya akan merasa nyaman dalam budaya kerja yang fleksibel.

Raksasa Sombong

NOKIA dulu menyebut ANDROID sebagai semut kecil merah yang mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yang berlebihan membuat Nokia terjebak dalam innovator dilema. Sejarah mencatat, yang kemudian mati justru Nokia – tergeletak kaku dalam kesunyian yang perih.

KODAK menyebut kamera digital hanyalah trend sesaat, dan kamera produksi mereka akan terus bertahan. Kodak terjebak halusinasi dan innovator dilema yang akut. Akibatnya, ruangan ICU yang pengap menanti raga mereka yang merintih kesakitan.

INTEL dan MICROSOFT (Dominasi yang dulu dikenal dengan duo Wintel) terlalu menikmati kekuasannya dalam dunia PC dan Laptop, dan pelan-pelan terjebak innovator dilemma. Mereka terbuai dengan kekuasaannya, dan lengah betapa dramatis kecepatan kemajuan era mobile computing.
Kini era PC/Laptop sudah hampir berakhir, diganti era mobile smartphone. Dan hegemoni Microsoft serta Intel kian menjadi tidak relevan dalam era smartphone. Intel dan Microsoft lalu hanya duduk saling bertatapan mata, diam dan termangu. Dalam rasa penyesalan yang pedih dan pahit. Namun dalam bisnis, penyesalan tidak pernah mendapat tempat terhormat.

Finding the Right Talents For Your Team

Pagi itu saya ngobrol dengan seorang HR Manager di sebuah perusahaan asing di daerah Cikarang. Sebut saja namanya Ninda.
Ninda menceritakan challenge dia dalam merekruit talent di perusahaannya.
"Perusahaan saya itu terus terang begitu unik budaya kerjanya. Terus beberapa pucuk pimpinan ditempati oleh orang orang asing. Jadinya mereka itu gak sabaran. Dan kadang kadang salah sekali dua kali, langsung saja saya disuruh mengeluarkan karyawan tersebut. Padahal saya sudah berusaha mencari talent terbaik buat perusahaan. Tetapi tetap saja saya mengalami masalah ini."

Kasus ini akan saya bahas hari ini. Karena memang kesuksesan  bisnis juga sangat tergantung dari kemampuan talent talent di perusahaan tersebut. Jadi keberhasilan sebuah perusahaan (dengan dibantu oleh HR Manager nya) akan menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan tersebut di masa depan.

Kisah Dua petani

Kisah Sederhana Disebuah desa yg subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara.

Sang kakak telah berkeluarga dgn 2 org anak, sdgkan si adik masih melajang.

Mrk menggarap satu lahan berdua dan ketika panen, hasilnya mrk bagi sama rata.

Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. "pembagian ini sungguh tdk adil, sehrsnya kakakku lah yg mendpt bagian lbh banyak krn dia hidup dgn istri dan kedua anaknya.

"Maka dimalam yg sunyi itu diam2 dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya".
💧
Ditempat yg lain, sang kakak juga berfikir, "pembagian ini adil jika adikku mendpt bagian yang lbh banyak, krn ia hidup sendiri, jika terjadi apa2 dgnnya tak ada yg mengurus, sdgkan aku ada anak dan istri yg kelak merawatku."

Damn It! I Forgot To Motivate My Team

Namanya Joshua, anaknya seorang teman saya waktu kerja di banking industry. Dua tahun yang lalu dia pulang ke Indonesia setelah kuliah 6 tahun di Amerika.
(Kebetulan sejak kecil memang Joshua disekolahkan di sekolah internasional).
Semangatnya membara, otaknya pintar sekali, dan dia punya ide brilliant!
Maka waktu papanya nanya, Joshua pengin kerja di mana? Joshua pun bilang dia ingin jadi enterpreneur (lagi nge-trend nih kayaknya). 

Modal bukan masalah, karena Joshua pinter bermain saham, dan selama bertahun-tahun di sana, Joshua mengumpulkan beberapa ratus ribu dollar keuntungan bermain saham.
Papanya pun mendukung dan bersedia menanamkan modal juga.
Kebetulan Joshua punya ide bisnis yang cemerlang. Hasil pengamatannya di Amerika dan akan diadopsi agar sesuai dengan pangsa pasar di Indonesia.
He has a genius brain, he has the money to start and the brilliant idea for the business plus a great business strategy.
Great formula for a start-up.

Membaca Al Quran

Ada seorang cucu bertanya kepada kakeknya :

"Kakek, apa gunanya aku membaca Al Qur-an, sementara aku tidak mengerti arti dan maksud dari Al Qur-an yang kubaca?".

Lalu si kakek menjawabnya dengan tenang :
"Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku dengan sekeranjang air."

Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tapi semua air yang dibawanya habis, sebelum ia sampai di rumah.

Kakeknya berkata :
"Kamu harus berusaha lebih cepat".

8 Jun 2017

Pancasila yang Tergradasi, Pancasila yang Kehilangan Jejak

Oleh  : Yusril Ihza Mahendra

Sengaja saya menuliskan artikel ini sehari setelah Pemerintahan Jokowi merayakan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2017. Alasannya, saya tidak ingin menambah materi perdebatan ditengah publik yang memang sedang riuh ditengah terjadinya degradasi makna Pancasila dalam tataran implementasi, namun sangat subur dan surplus dalam tataran kata-kata serta simbol-simbol yang sesungguhnya tak berguna sama sekali karena justru mendegradasi Pancasila itu sendiri. 

Perdebatan tentang mengapa Hari Lahir Pancasila ditetapkan 1 Juni pun belum usai, meski Presiden Jokowi telah menetapkanya lewat sebuah keputusan, bahkan menetapkan 1 Juni sebagai hari libur Nasional. Maka Pancasila semakin kehilangan makna karena jejaknya pun mulai dihapus dan diganti ditengah perjalanan sejarah bangsa.

Memang bila kita telusuri sejarah dengan hati yang jernih, tentu akan menjadi pertanyaan yang tidak akan terjawab secara tuntas mengapa Pemerintahan Jokowi memilih menetapkan 1 Juni sebagai Hari lahir Pancasila. Belum lagi bicara pada rumusan Pancasila yang disampaikan oleh para pendiri bangsa saat sidang BPUPKI tahun 1945 yang dimulai dari tanggal 29 Mei hingga 1 Juni yang memang khusus merumuskan tentang bahan konstitusi dan rencana cetak biru bangsa Indonesia. 

"DUIT" Jalan Untuk Sukses

Tiada perubahan yang terjadi jika tidak mengupayakan..karena niat saja tidak cukup...

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11)

Jd usaha utk mencapai tujuan diperlukan DUIT :

Do'a
Sebagai bentuk penyadaran diri bahwa segala sesuatu yg terjadi kehendak Nya utk itu mengharapkan "restu" dr Illahi merupakan kewajiban sbg syarat bahwa ketetalan Allah berperan.

Usaha
Doa saja tdk cukup maka diperlukan "gerakan" utk mencapai target. Tentu bukan gerakan serabutan tanpa arah, tapi memerlukan ilmu yg cukup dan sesuai dibidangnya. Belajar dan mencoba yg dilakukan berulang2 merupakan bagian darinya. Memilih mentor or coach sbg pendampingnya jg bagian dr usaha.

When Can You Give Up

Namanya Rina, hari Sabtu itu dia menjadi peserta sebuah seminar leadership di mana saya tampil sebagai pembicara.

Saya sedang menerangkan bahwa motivasi kita selalu naik turun pada saat kita sedang mengalami perubahan dan harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Dan saya menyampaikan  bahwa pada saat motivasi kita turun, kita tidak boleh mudah menyerah. Karena memang prosesnya selalu begitu, motivasi akan turun dulu sebelum naik lagi dengan performance.

Karena memang pada saat motivasi itu turun maka disitulah terjadi ujian, apakah anda seorang pemenang (winner) yang akan terus berusaha atau anda seorang pecundang (losers) yang akan menyerah dengan mudah.

Kampus Laskar Pelangi

(Lyra Puspa, Alumni Sosek Pertanian IPB A29)

Di suatu kampus negeri di Bogor, bukan rahasia lagi ketika anak-anak desa terpencil dari pedalaman melalui jalur undangan sangat diutamakan dalam seleksi masuk. Anak-anak desa dan pinggiran bak anak-anak dalam cerita Laskar Pelangi yang berprestasi akan didahulukan. Pun dibandingkan dengan anak-anak kota.

Di suatu kampus negeri di Bogor, kami anak-anak kota ini belajar kehidupan. Lebih dari sekedar perkuliahan biasa.

Belajar dari seorang teman yang harus merangkap asisten dosen apa saja, demi menyambung hidup selama kuliah. Rela tinggal di samping kandang kambing selama 5 tahun lamanya, demi menjadi sarjana pertama di antara seluruh keluarga dan desa. Lantas ketika pulang kampung menyeberangi samudera, berharap membahagiakan ibunda tercinta dengan toga dan ijazah sarjana di tangan, dan menemui ternyata sang ibunda sudah tiada.