5 Apr 2017

Reducing Your Anxiety, Growing Your Influence

(Mengurangi kecemasan anda, memperbesar "pengaruh" anda)

Saya  berkenalan dengan Fenny pada saat saya sedang dinas ke luar kota. Beberapa minggu yang lalu saya ada acara ke sana , dan saya  berkenalan dengannya di airport . Fenny (tentu saja bukan nama sebenarnya, meskipun cerita  berikut ini adalah cerita nyata) bekerja di sebuah perusahaan asing di Indonesia. 

Fenny lulus dari Fakultas Teknik UI, very smart woman, kariernya  berkembang pesat and a great mother with 2 children.

Dan ternyata sudah diputuskan bahwa operasi mereka di Indonesia akan dialihkan ke sebuah perusahaan nasional. Artinya manajemen perusahaan akan dialihkan ke perusahaan yang baru dan semua karyawan (dengan expertise mereka yang spesifik) akan menjadi karyawan perusahaan nasional mereka.
Hari itu saya makan siang dengan Fenny dan beberapa temannya.

Dan ternyata session makan siang itu menjadi session curahan hati mereka berlima. Mereka mengeluarkab uneg-uneg dan suara hati mereka. Saya akan menuliskan beberapa pertanyaan yang mereka tanyakan pada saat itu:
1. Mengapa hal ini terjadi?
2. Bagaimana nasib mereka nanti?
3. Bagaimana budaya kerja di perusahaan baru itu ?
4. Bagaimana gaji (dan benefits) mereka di perusaahaan baru itu?
5. Bagaimana kemungkinan pengembangan karier mereka di sana?
6. Haruskah mereka ikut join perusahaan itu? Atau haruskah mereka keluar?
... dan seterusnya (masih banyak pertanyaan yang mereka tanyakan).

Pertanyaan-pertanyaan itu wajar saja, dan memang kita hidup di jaman kecemasan. Begitu banyak kecemasan yang kita hadapi di tengah tengah ketidak pastian ini.
Masalahnya ... berapa lama waktu yang akan anda habiskan untuk "cemas"?
Apakah situasi akan membaik kalau anda "cemas"?
Atau jangan jangan kecemasan itu justru akan membuat anda hidup dalam negativity yang nantinya bisa membawa anda ke:
- menurunnya performance kerja
- stress
- berpengaruh pada hubungan anda dengan pasangan atau anak anak anda
- sakit
- ... dll
Lha terus  bagaimana dong? Bukankah kita manusia biasa, yang punya hati dan perasaan?
Memang kita gak boleh cemas?
Boleh saja, tetapi ...

Stephen Covey dalam bukunya "7 habis of highly effective people" menggambar dua lingkaran.
Satu lingkaran  besar yang namanya lingkaran kecemasan (circle of concern).
Di situ ada semua hal hal yang kita cemaskan (cuaca hari ini, banjir atau tidak, apakah korupsi naik atau tidak, perkembangan terorisme di dunia, macro economy ....)
Tetapi ternyata tidak semua yang kita cemaskan itu bisa kita kontrol (pengaruhi).
Makanya di dalam lingkaran  besar tadi Stephen Covey menggambarkan lingkaran kecil yang namanya lingkaran pengaruh (corcle of influence).
Ini berisikan hal hal yang benar  benar bisa anda kontrol;":
- apa yang akan anda kerjakan hari ini
- apakah anda tersenyum atau cemberut kepada teman teman anda?
- performance kerja anda (karena ini berhubungan dengan apa yang anda kerjakan)
... dll

Nah masalahnya banyak orang yang fokus pada "kecemasan" tanpa mampu melakukan apa apa, jadi mereka menjadi manusia tak berdaya.

Padahal seharusnya kita fokus pada hal yang bisa kita pengaruhi atau kita kontrol.

Contoh sederhana ... kemacetan lalu lintas di Jakarta? Apakah bisa kita kontrol? Nggak kan? Tapi banyak sekali yang fokus dengan memikirkan hal itu, mencemaskan dan stress gara gara kemacetan. Bagaimana mau perform di kantor kalau belum datang juga sudah stress?

Saya juga masih hobby nyetir sendiri. Dan saya juga tidak mampu mengontrol kemacetan lalu lintas. Tetapi saya mampu mengontrol hal hal lain, misalnya :
- saya  bisa berangkat lebih pagi supaya tidak terkena macet
- Kalaupun saya terkena macet, saya  bisa download youtube dan mendengarkan para guru management (John Maxwell, Stephen Covey, Jack Welch ...etc), dan saya malah bersyukur kena macet karena saya bisa  belajar di dalam mobil (kalau anda naik angkot, anda kan bisa mendengarkan paki headset).
Kalau saya lagi pakai sopir dan macet, gimana dong? Saya kan menulis artikel ini :-)
That is the power of the circle of influence!

Pikirkanlah, lalukanlah, hal hal yang memang anda bisa kontrol!
Jangan buang waktu anda untuk memikirkan hal hal yang hanya membuat anda cemas, tapi anda tidak bisa melakukan apa apa dalam hal itu.

Padahal orang Indonesia sudah terbiasa dengan memfokuskan pada kecemasan. Kita lihat acara TV pagi pagi
- ramalan cuaca
- laporan kemacetan lalu lintas
- berita TV pagi hari (maraknya penangkapan koruptor)
- berita bom meledak di  nega lain
- informasi seputar perceraian selebritis
Padahal  berita  berita itu hanya membuat anda cemas, dan tidak ada yang  bisa anda kontrol.

Padahal, semakin banyak anda fokus kepada satu lingkaran maka lingkaran itu semakin besar, dan lingkaran lainnya akan semakin kecil.
Jadi kalau anda memang memfokuskan waktu, tenaga dan energi anda pada kecemasan, ya lama lama kecemasan ada akan semakin besar, dan pengaruh anda akan semakin kecil .....

Apa yang harus kita lakukan? Fokuskan waktu, pikiran, tenaga, energi dan usaha kita pada apa yang  bisa kita kontrol dan kita pengaruhi, sehingga lama lama kecemasan kita menjadi semakin kecil dan pengaruh kita menjadi semakin  besar!
Jelas kan?

Nah, sekarang kita kembali ke Fenny dan teman-temannya yang sedang cemas.
Kita analisa pertanyaan mereka.

1. Tempat mereka bekerja akan dialihkan ke sebuah perusahaa  nasional (dulunya perusahaan asing). Hal ini sudah diputuskan. There is nothing they can do about it. Cemas atau influence? Cemas? Jangan pikirkan lagi hal itu.

2. Berapa gaji dan benefits mereka di perusahaan baru? apakah mereka bisa mengontrol hal itu ? tidak kan? Cemas atau influence? Cemas? Jangan dipikirkan!

3. Bagaimana nanti Fenny akan  beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya kerja  baru di perusahaan nasional? Cemas atau influence? Influence! Nah, Fenny harus mulai memikirkan dan merencanakan hal ini!

4. Bagaimana Fenny harus membina network, bekerja maksimal dan mengembangkan karier di tempat baru? Influence kan? Start to think, plan and implement it!

I hope you got the points. Bahwa manajemen perusahaan anda akan berganti, bahwa policy gaji dan benefit (dan karier development) di tempat baru itu adalah sesuatu yang sudah diputuskan dan anda tidak bisa mengontrol lagi.
Anda bisa mencemaskan hal itu terus menerus, anda bisa was was dan stress selama 24 jam pun, tidak akan ada yang bisa anda ubah.
Ngapain buang buang waktu, pikiran, tenaga, energy dan effort?
Mending juga fokus pada hal yang masih bisa anda kontrol kan? Bagaimana beradaptasi, bagaimana membina network dan membina karier di tempat baru.

Terus ada yang nanya, "Tapi bagaimana kalau saya benar  benar tidak  bisa menyesuaikan diri pak? Apa yang bisa saya lakukan?"

Hanya ada dua pilihan untuk seorang profesional:
1) Stay dan 100 persen komitmen, atau
2) Keluar

Seorang profesional tidak akan pernah stay tapi tidak komitmen (kalau anda melakukan ini anda akan menghancurkan reputasi anda sendiri, dan akan susah mencari kerjaan di tempat lain).

Terus kalau ada yang pengin keluar dan belum dapat pekerjaan baru bagaimana?
Teruskan mencari pekerjaan  baru, tetapi selama mencari harus tetap profesional , komitmen 100 persen dan terus perusahaan perform dengan maximal.
(Ingat bahwa perusahaan baru akan menanyakan ke perusahaan anda sekarang, bagaimana performance anda sebelumnya).

Ok, sekarang jelas kan?
Hidup akan penuh dengan ketidakpastian.
Fokuskan waktu, pikiran, energi, tenaga dan effort anda pada hal hal yang bisa anda kontrol dan pengaruhi,  bukan hal hal yang hanya kita cemaskan.
Karena kecemasan hanya menimbulkan aura negative dan hanya akan menurunkan semangat kita.
Sementara bertambahnya pengaruh akan menimbulkan aura positive dan menaikkan motivasi kita.

Jadi  bagaimana dong, agar kita bisa lebih fokus kepada apa yang kita "kontrol" dan bukan hanya apa yang kita "cemaskan"
Ikuti beberapa langkah di  awah ini ....

1. Filter your information flow
Harus lebih selective memilih informasi yang masuk ke otak kita.
Harus lebih selective memilih teman bergaul kita, TV yang kita lihat, radio yang kita dengarkan, dan WhatsApps group yang anda  monitor.
Kalau auranya positive dan membuat motivasi anda naik, ikuti terus , kalau perlu cari dan kejar.
Kalau ada teman (atau bahkan saudara), radio, acara TV, WA group yang auranya kurang positive, leave, tinggalkan mereka.
Anda tidak usah membuang waktu untuk mendidik semua orang, just leave, tinggalkan mereka (dan anda juga tidak mempunyai kewajiban untuk menerangkan mengapa anda leave that group).

2. Choose your battle
Banyak masalah yang akan kita hadapi. Baik dalam pekerjaan, masalah keluarga ataupun masalah pribadi.
Pilihlah masalah yang memang  benar benar anda  bisa kerjakan dan bisa selesaikan.
Jendral yang cerdas tidak akan mau ke setiap pertempuran. Mereka memfokuskan energy dan pasukan mereka ke pertempuran yang mereka bisa menangkan.
Be selective! Pilih-pilih. Gak semua masalah harus anda kerjakan sekarang. Gak semua orang yang bermasalah harus anda labrak sekarang. Simpan energy anda untuk masalah yang benar benar critical dan penting.

3. Drop your area of concern
Ingat, buang jauh jauh semua pikiran atau topik yang hanya menghasilkan kecemasan, was was atau kekhawatiran. Jangan membiarkan hal itu menghantui pikiran anda, membuang buang waktu anda. Gak ada gunanya.

4. Focus all your time, energy and effort in the area that you can control
Bikinlah otak dan pikiran anda agar sibuk dengan hal hal yang masih bisa anda kerjakan, masih bisa anda kontrol dan masih bisa anda pengatuhi (hasilnya).
Idealnya hal hal ini akan mendominasi pikiran anda.

5. Do your best, work hard, much harder than anyone else
Setelah anda menyeleksi hal hal yang bisa anda kerjakan, nah sekarang kerjakan semaksimal mungkin , sebaik mungkin. Circle of influence  is not an excuse for  not doing your work. You still have to do your  best. You still have to perform at your maximum level.

6. Continue to learn, continue to improve yourself.
Finally, last but not least, cara untuk menambah pengaruh anda adalah dengan meng-upgrade anda , dengan menambah dan meningkatkan kompetensi anda.
Caranya? Ikut training, cari coach, baca buku, baca majalah, baca internet, cari mentor dan volunteer mengerjakan pekerjaan di luar scope dan tanggung jawab anda.

Jadi, untuk mengurangi kecemasan anda dan memperbesar "pengaruh" anda, kita bida mencoba  beberapa langkah di bawah ini.

1. Filter your information flow
2. Choose your battle
3. Drop your area of concern
4. Focus all your time, energy and effort in the area that you can control
5. Do your best, work hard, much harder than anyone else
6. Continue to learn, continue to improve yourself

Sumber: Pambudi Sunarsihanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar