25 Apr 2017

Finding A Job In The Difficult Time

(Mencari pekerjaan di masa-masa sulit)

Namanya Ivan, sekarang bekerja di sebuah perusahaan minyak asing.
Ivan (bukan nama sebenarnya) kebetulan adalah adik kelas saya di ITB dan sempat menjadi tetangga saya beberapa tahun yang lalu.
Ivan sedang berusaha mencari pekerjaan baru. Meskipun dia sudah belasan tahun bekerja di perusahaan itu, dan kariernya juga cukup bagus, tetapi memang industry perminyakan sekarang sedang dilanda krisis (berkepanjangan).
Eh, badai krisis belum selesai, sekarang perusahaannya pun harus angkat kaki dari negeri ini.
Makanya Ivan pun bersiap-siap untuk mencari pekerjaan baru.
Pagi itu dia ngobrol dengan saya menanyakan beberapa tips untuk mencari kerja sambil memperlihatkan CV nya.

Ok, mari kita diskusikan hal ini. First thing first, Ivan adalah performer yang bagus, kariernya cukup menanjak pesat. Sayangnya sekarang dia harus mencari pekerjaan baru , karena perusahaannya yang sedang kembang kempis karena krisis global yang melanda dunia perminyakan.
Helloooooo, ke mana aja Om Ivan?
Asyik main ke laut?

Whatever you do, you need to always have a Plan B.
Sebagai penumpang bus (karyawan perusahaan), anda harus selalu mengetahui arah perusahaan, strategic direction dan challenge yang mereka hadapi secara internal maupun external! Dan anda harus mempunyai plan B.
Yang anda lakukan adalah, anda harus bekerja sekeras mungkin dan berkontribusi semaksimal mungkin. Tetapi kalau anda tahu bahwa suasana perusahaan memang tidak bisa diselamatkan, ya sebagai penumpang bus, sebaiknya anda turun dari bus sebelum bus itu jatuh ke jurang kan?
Bukan berarti ada sedikit masalah dengan perusahaan, anda keluar, NO, I am not saying that.
I am saying that you do your best, tetapi seandainya perusahaan tidak akan terselamatkan, anda harus punya Plan B dan segera mencari alternative lain (pekerjaan lain di perusahaan lain!).

Waktu yang paling baik untuk mencari pekerjaan adalah saat anda masih mempunyai pekerjaan.
Bukannya pada saat perusahaan mau bangkrut, dan anda akan kehilangan pekerjaan, anda baru ribut mencari pekerjaan lain.

Hal itu menunjukkan bahwa anda tidak mengerti suasana bisnis dan tidak mampu membaca trend bisnis yang sedang terjadi secera internal maupun external.

Selain tentu saja posisi tawar anda (bargaining power) anda akan jauh lebih tinggi untuk mendapatkan pekerjaan pada saat and masih mempunyai pekerjaan.
Jadi anda bisa mengatakan dalam wawancara,"Saya tidak sedang mencari pekerjaan. Saya sih saat ini sedang enjoy pekerjaan saya. Performance saya bagus. Hubungan saya dengan boss saya baik. Perusahaan saya sedang profitable. Tetapi kalau ada opportunity yang lebih baik, I am open to explore"
Nah , kalimat di atas pasti lebih baik daripada," Perusahaan saya mau bangkrut. Bisnis sedang lesu. Sebentar lagi saya akan kehilangan pekerjaan. Jadi saya bersedia menerima pekerjaan apa saja di depan mata"
You see the difference?

Jadi apa yang kita bisa pelajari bersama?
Bisnis sedang berubah. Ekonomi sedang berubah. Perlikaku konsumen berubah. Politik sedang berubah. Dunia sedang berubah. Semuanya  berubah.
Sehebat apapun perusahaan anda, sejago apapun kompetensi anda, resiko itu akan selalu ada!
Anda  bisa menghadapi resiko resiko ini suatu saat:
- Industri dihadapkan pada krisis
- Perusahaan dihadapkan pada kebangkrutan
- Kompetensi anda tidak dibutuhkan lagi
- Team anda kena reorganisasi
- Anda kehilangan pekerjaan anda
Resiko resiko itu bisa saja terjadi.
Saya tidak menuliskan hal ini untuk menakut nakuti anda. Saya menuliskan hal ini untuk memotivasi anda , mempersiapkan diri menghadapi perubahan apapun yang mungkin terjadi.

Be ready!
Karena makhluk yang paling sukses adalah makhluk yang paling mampu bertahan dengan perubahan.

Jadi bagaimana dong?

1) Lakukan yang terbaik, bekerjalah sekeras mungkin, berkontribusilah semaksimal mungkin
Nothing replace the hardwork.
Work hard, harder than anyone else. Perform at your best.

2) Anda harus selalu mengasah kompetensi anda
Ikutlah training tambahan (dengan biaya sendiri), bacalah buku, ikutlah sertifikasi, dan praktekkan yang anda pelajari.

3) Selalu ikuti perkembangan bisnis di industri anda, perkembangan perusahaan anda, dan karier anda di perusahaan itu

4) Anda harus selalu mempunyai Plan B
Apa yang anda lakukan seandainya :
- anda kehilangan pekerjaan
- perusahaan anda bangkrut
- krisis melanda industri anda

5) Kalau karier anda di perusahaan itu berada dalam suasana yang sangat sulit, dan anda melihat bahwa itu tak akan terselamatkan, maka aktifkan Plan B, dan carilah pekerjaan sebelum anda kehilangan pekerjaan anda!

6) Perluas networking anda. Perbanyak jaringan teman teman anda.
Networking itu bukan hanya meminta bantuan pada saat anda membutuhkan.
Networking itu dimulai dengan memberikan pertolongan kepada mereka pada saat mereka membutuhkan.
Give first, then hopefully you never take.
But if one day , you need help, hopefully you can "take" because you already gave so many times.

Ingat kelima hal penting ini
1) Perform at your best
2) Learn new competence
3) Follow the growth of your company (and your career)
4) Have a Plan B
5) Activate Plan B when BEFORE you are in a big trouble
6) Expand your network

Sumber: Pambudi Sunarsihanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar