5 Apr 2017

Bibit

Seorang pria Semarang yg tidak lulus ujian masuk universitas, dinikahkan orang tuanya dengan seorang gadis desa.

Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru sekolah dasar. Mulailah ia mengajar.
Tetapi karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan.

Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan airmata nya, menghiburnya dengan berkata, "Tenang mas, banyak kok ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa.Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena geraknya lambat.

Saat itu sang istri berkata, "kegesitan kaki-tangan setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, sedang kamu baru lulus sekolah, bagaimana bisa secepat mereka?"

Ia pun bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yg berhasil, semua gagal di tengah jalan.

Namun demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya dengan penuh kesabaran, dan tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat hasil sedikit. Melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di Sekolah Luar Biasa (SLB) tuna rungu dan tuna wicara.

Kemudian Ia pun membuka sekolah siswa berkebutuhan khusus (SLB), bahkan membuka beberapa cabang di banyak kota.
Dia juga bisa membuka puluhan toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota di Indonesia.

Akhirnya ia menjadi boss milyarder yang memiliki kekayaan berlimpah..!

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, _ "Isteriku, kenapa ketika dulu masa depanku terlihat suram, engkau tetap begitu percaya dan setia kepada ku?"_

Sang istri menjawab dengan tenang dan sangat polos,
 "Sebidang tanah yg tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa tumbuh dan berkembang.
Karena pada setiap jenis tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen darinya..."

Mendengar penjelasan sang istri, ia mengeluarkan air mata terharu....
Ia peluk isterinya dengan penuh kasih sayang, sambil berbisik tersedu,
"Terima kasih, isteriku... Engkau dikirim Tuhan sebagai malaikat penolongku... "

Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan pupuk yang menumbuhkan suburkan sebutir bibit pada tanah yang gersang.

Semua prestasi dirinya, adalah berkat keajaiban bibit yang diberi pupuk kesabaran, hingga bertumbuh kembang jadi tanaman yang berbuah lebat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar