24 Mar 2017

Semangkok Bakmi

Seorang anak bertengkar dengan ibunya dan meninggalkan rumah.

Saat berjalan tanpa tujuan ia baru sadar bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Ia lapar sekali, ingin makan semangkok bakmi. Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama didepan warungnya, lalu bertanya
"Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi ?"
"Ya, tapi aku tidak punya uang," jawab anak itu dengan malu-malu. "Tidak apa2, aku akan memberi gratis"

Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada apa Nak ?" tanya pemilik warung.
"Tidak apa2, aku hanya terharu karena seorang yang baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi sedangkan ibuku telah mengusirku dari rumah
Kau seorang yang baru kukenal tapi begitu peduli padaku.

Pemilik warung itu berkata "Nak, mengapa kau berpikir begitu; renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu, sedangkan ibumu telah memasak nasi, dll setiap hari sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya.."

Anak itu kaget mendengar hal tersebut. Mengapa untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih,
tapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama ber-tahun2, aku tak pernah berterima kasih

Anak itu segera bergegas pulang Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah cemas.

Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah

"Nak.., kau sudah pulang, cepat masuk, aku telah menyiapkan makan malam."

Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya dan menangis dihadapan ibunya.

Sahabatku,
Kadang satu kesalahan, membuat kita begitu mudah melupakan kebaikan yang telah kita nikmati tiap hari
Sekali waktu kita mungkin akan sangat berterima kasih untuk suatu pertolongan kecil yang kita terima.

Namun kita sering tidak sadar & lupa berterima kasih akan kebaikan2 dari orang2 yg sangat dekat dengan kita

Hidup itu indah, kalau kita pandai berterima kasih dan bersyukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar