17 Feb 2017

Penjelasan Bagan Proses TNA



Proses TNA yang diajukan berdasarkan bagan di atas terdiri dari 7 tahap utama. Berikut adalah penjelasan dari alur bagan tersebut :


1. ORGANIZATIONAL BASED ANALYSIS

Pada tahap ini, fokus utama adalah menggali permasalahan secara organisasional di dalam perusahaan.

Secara garis besar hal ini terkait komitmen para lini atas (Top Management) dalam menjalankan roda perusahaan dan koherensi antara goal (visi) yang ingin dicapai perusahaan dengan aplikasi tindakannya.

Melalui proses ini akan ditemukan permasalahan, tantangan , dan hambatan yang perlu ditangani untuk mencapai goal yang ditentukan. Proses ini melibatkan peranan penting semua lini dasar

1) Analisis Organisasi Di Lingkup Jajaran Direksi

Pihak yang terlibat : Jajaran direksi

Metode : Focus Group Discution / Angket

2) Analisis Organisasi Di Lingkup Divisi / Jajaran Manajer Atau Kadiv

Pihak yang terlibat : Jajaran direksi, jajaran manajer / kadiv

Metode : Focus Group Discution / Angket

Hasil : Permasalahan, hambatan, dan tantangan di perusahaan

Follow Up :  Training atau non training (seperti restrukturisasi organisasi, rotasi, design reward system, mutasi, dll )


2. TASK BASED ANALYSIS

Pada tahap ini akan digali job description dan kualifikasi apa yang seharusnya diperlukan untuk mengisi setiap jabatan berdasarkan job descriptionnya.

Metode : Penyebaran angket terbuka dan diskusi langsung dengan masing-masing kepala divisi

Hasil : Jobdesc dan Jobspec


3. PERSON BASED ANALYSIS

Pada tahap ini akan digali apakah kualifikasi setiap karyawan pemegang posisi telah sesuai dengan  kualifikasi yang dibutuhkan untuk setiap jabatan yang diemban.

Bahan : Kompetensi / KSA berdasarkan job specification dan uraian tugas / pekerjaan berdasarkan job description

Hasil : Form penilaian kinerja (KPI)


4. PERFORMANCE APPRAISAL

Tahap ini sebenarnya merupakan bagian dari person based analysis. Dalam tahap ini KPI yang telah terbentuk disebar ke semua karyawan yang menjadi subjek penilaian.

Hasil : Performa kinerja karyawan dan kompetensi yang masih perlu diperbaiki, dipertahankan, atau ditingkatkan.


5. TRAINING DESIGN / NON TRAINING SOLUTION

Tahap ini merupakan tindak lanjut dari tahap sebelumnya (performance appraisal).

1) Training design

Jenis training disesuaikan dengan kebutuhan, ketersediaan tenaga training di perusahaan, dan anggaran yang tersedia.

2)  Non training design

Jenis tindak lanjut disesuaikan dengan permasalahan/hambatan yang ada, seperti restrukturisasi organisasi, rotasi, design reward system, mutasi, dll


6. EVALUATION

Tahap ini merupakan tahap evaluasi dari hasil program yang telah diterapkan (baik training maupun non training) sebagai akibat dari permasalahan/hambatan/tantangan yang timbul dari hasil performance appraisal.

Ini dapat dilakukan 1 bulan sekali atau berdasarkan periode yang ditentukan. Proses evaluasi menggunakan KPI yang telah dibentuk pada tahap sebelumnya.


7. CONTROLLING

Tahap ini merupakan tahap pengontrolan performance perusahaan yang merupakan siklus berkelanjutan antara proses Performance Appraisal, Training Design / Non Training Solution, dan Evaluation.

Ini dapat dirancang dengan melakukan penilaian kinerja setiap 1 bulan sekali (atau berdasarkan periode yang ditetapkan) menggunakan KPI yang telah dibentuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar