16 Feb 2017

Kondisikan Politik Kantor

Saat kita mendengar Politik Kantor, biasanya yang telintas adalah hal negatif dan pada umumnya akan alergi mendegar hal itu.

Namun demikian tidak dapat kita pungkiri bahwa politik kantor adalah fakta yang tidak bisa kita elakkan.

Nah, apakah sih politik kantor itu?

Politik kantor adalah cara-cara kekuasaan dibagi dalam suatu organisasi atau lingkungan kerja, dan cara-cara tersebut dipengaruhi oleh relasi pribadi antara orang-orang yang bekerja disana.
 
"Office politics" are the strategies that people play to gain advantage, personally or for a cause they support. The term often has a negative connotation, in that it refers to strategies people use to seek advantage at the expense of others or the greater good

Sebetulnya tidak ada kata yang berbau negatif pada definisi tersebut. Relasi antara individu dengan kekuasaan ataupun pengaruh adalah hal yang lumrah. Jadi kembali kepada kita bagaimana menyikapi dengan bijak hal tersebut.

Didalam beberapa budaya kerja, “Who You Know” lebih penting daripada “What You Know”

Didalam Politik Kantor ada seni dan ilmu pengetahuan, yaitu  bagaimana mempengaruhi orang lain ketika ada dua orang yang terlibat.

Politik kantor tidak lain adalah strategi yang dimainkan/diperani beberapa orang untuk mendapatkan keuntungan, baik secara pribadi maupun kepentingan kelompoknya.

Politik kantor tentunya akan menjadi hal yang negatif ketika orang menghalalkan segala cara dan mengambil keuntungan di atas "pengorbanan" orang lain.

Tentunya kondisi politik kantor seperti ini dapat mempengaruhi lingkungan kerja dan hubungan antar individu di dalam organisasi.

Sebaliknya, menjadikan politik kantor "positif" membantu Anda mempromosikan diri dan lebih sering dikenal dengan istilah networkingdan manajemen pemangku kepentingan.

Sayangnya karena konotasi negatif yang ditimbulkannya banyak orang memandang politik kantor adalah hal yang harus dihindari.

Padahal, untuk menjamin keberlangsungan kesuksesan, Anda harus memasuki arena politik kantor.

Bila Anda menolak ‘politik negatif’ yang mungkin terjadi sekitar Anda dan menolak menghadapinya, bisa jadi Anda akan menjadi korban sementara orang lain mengambil keuntungan.

Sebaliknya, ketika Anda mengabaikan ‘politik positif’, Anda dapat saja turut menghambat kemajuan Anda, dan tim Anda.

Untuk menghadapi politik kantor tanpa terkesan sebagai penjilat, pertama-tama Anda harus menerimanya sebagai suatu kenyataan.

Begitu Anda melakukan hal ini, bangunlah strategi untuk menghadapi perilaku politikal yang terjadi di sekitar Anda.

Jadilah observeryang baik dan gunakan informasi yang Anda dapat untuk membangun jaringan yang kuat.

Berikut ini merupakan langkah untuk politik kantor positif :

1. Pemetaan
Petakan kekuatan politik dari organisasi yang Anda masuki. Amati dan tanyakan:

👉 Siapa orang yang seseungguhnya berpengaruh ?

👉 Siapa yang memiliki kewenangan namun tidak memilikinya?

👉 Siapa yang dihormati?

👉 Siapa yang beprestasi dan menjadi mentor bagi yang lain?

👉 Siapakah “otak” di balik organisasi?


2. Pahami Jaringan Informal

Langkah selanjutnya begitu Anda memahami siapa memiliki peran apa dalam organisasi, Anda akan memiliki pandangan di mana kekuatan dan pengaruh berada . Sekarang pahami jaringan sosial yang berada di sekitar Anda:

👉 Siapa berkawan dengan siapa?

👉 Apakah ada ‘klik’ atau grup yang terbentuk?

👉 Siapa yang memiliki konflik antar-pribadi?

👉 Siapa yang kesulitan berkawan dengan yang lain?

👉 Atas dasar apa hubungan-hubungan tersebut terbentuk? Pertemanan, respek, atau manipulasi?

👉 Bagaimana ‘aliran’ pengaruh tersebut di antara semua grup yang ada?


3. Bangun Hubungan

Selanjutnya, Anda perlu membangun jaringan Anda sendiri:

👉 Jangan takut pada orang-orang dengan kekuatan politik yang kuat dalam organisasi. Kenali mereka.

👉 Pastikan Anda memiliki hubungan lintas hirarki (rekan sekerja, atasan, eksekutif).

👉 Mulai membangun hubungan dengan mereka yang memiliki kekuatan secara informal.

👉 Bangun hubungan Anda berdasarkan kepercayaan dan respek. Hindari pujian kosong.

👉 Ramah pada semua orang namun jangan menggabungkan diri dengan satu grup atau lainnya.

👉 Jadilah bagian dari beberapa jaringan, dengan ini Anda memastikan Anda memegang denyut nadi organisasi.


4.Gunakan Jaringan Anda

Bersamaan dengan membangun hubungan, Anda perlu belajar untuk menjaga diri dari politik negatif, dan mempromosikan diri serta tim Anda secara positif. Gunakan jaringan Anda untuk:

👉 Mendapatkan akses pada informasi.

👉 Menampakkan’ pencapaian-pencapaian Anda dan tim Anda.

👉 Meningkatkan hubungan ‘sulit’


5. Netralkan Permainan Negatif

Dengan pemetaan yang Anda lakukan, Anda dapat mengenali mereka yang menggunakan orang lain demi tujuan mereka sendiri, dan belum tentu untuk tujuan baik. Wajar Anda ingin menjaga jarak dengan mereka.

Namun seringkali yang Anda harus melakukan yang sebaliknya. Ungkapan ‘dekatkan diri Anda dengan kawan Anda, tapi lebih dekatkan lagi musuh Anda’ sangat tepat bagi politik kantor.

👉 Kenali orang-orang ini dan bersikap sopan, namun selalu hati-hati dengan perkataan Anda.

👉 Pahami motivasi dan tujuan mereka sehingga Anda belajar bagaimana menghindari atau melawan dampak dari politik negatif yang mereka lancarkan.

👉 Waspadai, orang-orang ini pada dasarnya tidak berpikir mereka memiliki kemampuan, karenanya mereka bergantung pada politik agresif untuk memajukan diri mereka.


6. Atur Perilaku Anda

Melalui observasi Anda akan paham mana yang berlaku dalam budaya organisasi , dan mana yang tidak.

Kenali perilaku yang sukses dijalankan orang lain yang dapat Anda jadikan contoh. Berikut adalah perilaku pada umumnya yang dapat mencegah politik negatif menyebar:

👉 Jangan menyebarkan gosip, penilaian yang meragukan atau menyebarkan rumor. Ketika Anda mendengar sesuatu, berhentilah sejenak untuk mempertimbangkan kedibilitasnya.

👉 Berdirilah di atas konflik interpersonal, jangan terpancing dalam argumen.

👉 Peliharalah integritas Anda, selalu bersikap profesional dan ingat tujuan organisasi Anda.

👉 Bersikap positif, hindari mengeluh.

👉 Percaya diri dan asertif, namun tidak agresif

👉 Ketika menyuarakan kritik atau ketidaksetujuan, pastikan Anda menggunakan perspektif organisasional, bukan perspektif pribadi Anda.

👉 Jangan bergantung pada kerahasiaan, asumsikan saja hal itu akan tersebar dan putuskan mana saja yang perlu Anda ungkapkan.

👉 Jadilah sosok berintegritas yang dapat dijadikan model dalam tim Anda, dan halangi politik di dalam tim Anda.

Politik kantor adalah fakta. Berpolitik dengan bijak akan membantu Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan tanpa mengorbankan kepentingan orang lain dalam prosesnya.


Sumber : www.jtanzilco.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar