27 Feb 2017

Kehormatan

Setiap orang menginginkannya, namun hanya sedikit yang mendapatkannya.

Anda tidak bisa berharap menjadi orang terhormat dengan berharap pada bintang jatuh. Anda juga tidak dapat berdoa agar ketika bangun pagi semua orang angkat topi pada Anda. Kehormatan sama seperti kemerdekaan, ia tidak di berikan, tapi di perjuangkan. Untuk mendapatkan kehormatan kita membutuhkan waktu dan apresiasi sampai pada hal-hal yang sekecil-kecilnya. 

Sayangnya, tidak banyak orang yang mau bersusah payah dan sabar membangun kehormatan dirinya. Artikel ini bukan untuk mengajak Anda menjadi gila hormat, yg di pandang tabu bagi kita orang timur. Artikel ini mengajak Anda bagaimana sebaiknya bersikap terhormat dan di pandang terhormat,karena banyak terlihat sepertinya terhormat padahal tindakannya jauh dari kehormatan.

Berikut ini ada tujuh langkah cepat untuk menjadi seorang terhormat. Tapi ingat, ketujuh langkah instan ini harus di kerjakan terus-menerus dan menjadi gaya hidup Anda.


1. Pakaian adalah Segalanya.

Tak penting seberapa banyak uang Anda di Bank, tak penting sebesar apa rumah Anda di Pondok Indah, tak penting seberapa gemuknya Anda, namun seorang lelaki yang mmakai setelan jas akan mendapat pelayanan lebih bagus daripada yang memakai kaus T ke aman-mana. Yang kita bicarakan disini bukan sembarang setelan jas, melainkan yang memang dibuat khusus untuk Anda.  Memang, itu tidak murah, lebih mahal dari setelan jas jadi yang bisa Anda beli di mal-mal. Tapi jas itu dibuat untuk memanjakan penampilan Anda

2. Diam itu Emas.

Hanya orang yang tidak percaya diri yang selalu membual dan membuat busa keluar dari mulutnya. Orang yang yakin nasib dunia dalam genggaman tangannya, memilih untuk diam. Atau jika Anda seorang yang baru, diam juga amat berharga untuk belajar dan membuta kebodohan Anda tak terlihat. Lebih bagus lagi kalau Anda memberikan kesan misterius dan hanya bicara seperlunya. Bukankah kesalahan lebih banyak dilakukan oleh orang yang tidak berhenti menggerakkan rahangnya tanpa alasan yang jelas. Pengetahuan berbicara, kearifan mendengarkan, kata Jimmi Hendrix

3. Jangan Berbohong.

Berbohong adalah cara tercepat untuk menghilangkan rasa hormat orang kepada kita. Jika Anda benar-benar tidak mengetahui masalah, lebih baik mengatakan, Maaf, saya tidak bisa berkomentar dalam hal ini, daripada berbohong dan sok tahu. Batas antara bohong dan sok tahu amat tipis dan keduanya sangat menyebalkan.

4. Jangan Cengar - Cengir.

Hanya kuda yang membiarkan giginya kering disapu angin. Lebih baik simpan senyum Anda untuk kekasih. Kepada rekan bisnis, kesankan Anda selalu menangani dengan serius. Serius mengesankan susah di taklukan. Ketika orang mendapatkan kesan seperti ini, mereka akan berusaha mati-matian untuk meyakinkan (merayu) Anda. Disaat seperti ini merekalah yang banyak berkorban dalam penawaran. Senyum juga kita keluarkan saat orang lain telah berhasil menggertak kita, telah berhasil membuat kita takut atau marah. Intinya, apa pun yang terjadi bersikaplah sebagai pemenang.

5. Santun dan Membalas. Kesantunan Orang Lain

Mahal senyum bukan berarti Anda harus pasang tampang sangar.Dingin saja, tapi jangan menakutkan. Kita harus tetap memperlakukan orang lain dengan baik. Seburuk apapun dia, apalagi jika dia telah berlaku santun terlebih dahulu kepada kita. Tata krama  menunjukkan kehalusan budi, dan kehalusan budi menunjukkan Anda berkelas. Seorang berkelas tentu lebih dihormati. Menjadi sopan bukan berarti kita lemah. Menjadi sopan berarti kita bukan orang bodoh.

6. Percaya Diri dan Rendah Hati.

Orang yang percaya diri selalu menarik perhatian orang lain. Percaya diri ini harus tercermin dalam cara berjalan, posisi badan, dan sikap. Pokoknya, orang dapat menilai Anda sebagai orang yang selalu memegang kontrol dan tahu bagaimna menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna.

7. Miliki Ingatan Yang Panjang.

Ada pelajaran menarik dari ulama besar di timur tengah, tentang hal ini. Suatu hari ia harus menerima ratusan anggota kepanduan sebauh organisasi besar. Setiap menyalami mereka, ulama tsb menyebutkan nama orang yang disalami dan menanyakan kabar kampungnya. Mereka semua heran karena sebelumnya tidak pernah bertemu. Ternyata pimpinan organisasi yg jg ulama terkemuka tab menghafal nama mereka saat menandatangani kartu anggota pandu yang tentu ada fotonya.

Kita tentu tidak mungkin memaksa diri memiliki memory seperti dia, tapi paling tidak kita hafal nama rekan bisnis yang pernah kita temui. Ini penting untuk membuat orang lain merasa dihargai dan Andapun tampak cerdas di depannya.

Jika Anda tidak dapat melakukannya semua sekaligus, berlatihlah mulai sekarang, dan rasakan bedanya. Tapi ingat selalu, tidak ada bertepuk sebelah tangan dalam penghormatan. Jika ingin dihormati, maka hormati orang lain terlebih dahulu.

Semoga bermanfaat...
Sumber: Chaidir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar