20 Feb 2017

Jangan Takut Menjadi Orang Takut!

Siapakah yang tidak pernah melakukan keburukan/kesalahan sedikitpun? Semua orang pernah merasakan kesalahan dan berakibat ketakutan pada diri kita, meskipun dia yang kita kenal sekarang adalah orator ulung.

Kita semua mungkin, pernah gemetar dan berkeringat dingin serta jantung berdegup kencang ketika di suatu ruangan kuliah, rapat atau seminar kita diminta untuk berpidato. Atau agar tidak ditunjuk kita sengaja menundukkan kepala dan tidak menatap si pembicara. Tahukah kita yang menyebabkan demikian?

Ada 3 hal yang membuat kita takut dalam berpidato di depan orang banyak (publik) :
1. Ketakutan,
2. Sempitnya wawasan dan
3. Sedikit pengalaman. 

Tiga hal tersebut bukanlah masalah, hanya kendala yang dapat diantisipasi oleh diri kita sendiri.

Dale carnigie memberikan sebuah rumusan agar kita dapat mengantisipasi hal tersebut:
1. Mulailah dengan motivasi yang kuat (Ikhlas)
2. Ketahuilah sepenuhnya apa yang kita bicarakan (Pengetahuan)
3. Bicaralah dengan penuh keyakinan (Semangat).
4. Berlatihlah..berlatihlah..berlatihlah (Pembiasaan-Dibiasakan).

DR. Akrim Ridha secara ringkas mengatakan selain dari tiga hal di atas yang menyebabkan kita takut berbicara di depan publik adalah:
1. Ketakutan yang menular dari orang lain.
2. Perhatian terhadap sebagian hadirin audiens.
3. Berlebih-lebihan dalam meng-interprestasikan sikap dan tindakan salah seorang audiens.
4. Pengalaman yang gagal.

Semoga kita menjadi orang "berani" dalam mengemukakan pendapat. Kebaikan akan kelebihan tidak akan diketahui jika hanya disimpan dalam peti...tampilkan dan sajikan dengan baik, agar dpt diketahui sebagai prestasi..minimal dapat ditularkan.

Kita pahami bersama, keberadaannya sebuah keburukan adalah krn ketiadaannya kebaikan...
Beranilah utk menunjukkan kebaikan dan berkata - katalah dlm bingkai kebenaran.

*salah satu tantangan praktisi HR


Sumber: Chaidir, Februari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar