27 Feb 2017

Belajarlah Dari Cermin

Sahabatku yang baik
Perjalanan hidup , pendidikan, lingkungan, telah membentuk kita menjadi pribadi  yang unik, pribadi yang berbeda karakter, dan memiliki pemahaman yang berbeda beda. Terkadang karena kurang dewasanya  kita berfikir, membuat perbedaan ini menjadi konflik, perseteruan dan bahkan permusuhan. Ketika kepribadian yg kita miliki digunakan untuk menilai orang lain , maka besar kemungkinan akan salah dalam mengambil kesimpulan.

Sahabatku yang baik
Marilah kita belajar dari aktifitas rutin yang selalu di lakukan, BERCERMIN
Setiap pagi sebelum kita keluar rumah  salah satu ritual wajib yg biasa kita lakukan adalah bercermin, 

Melihat apakah sudah pantas yg kita pakai?
apakah penampilan sudah rapi?
apakah bedak yg dipakai udah rata atau ketebalan?
Dan banyak yg kita teliti melalui cermin sebelum keluar rumah.

Manusiawi memang aktifitas tersebut, namun marilah kita juga bercermin tidak hanya lahiriahnya saja, tapi juga batin kita. 

Apakah iman sudah kita letakkan dengan benar dihati, apakah mulut sudah kita siapkan untuk hanya berbicara kebaikan, 

apakah otak sudah disetel hanya memikirkan yang manfaat,
apakah baju taqwa telah terpakai dengan rapi,
apakah sabar dan bijak sudah kita masukan dalam diri dan banyak hal yang lainnya.

Sahabatku yang bijak
Cermin mengajarkan kita untuk lebih banyak melihat kekurangan pada diri sendiri sehingga tidak punya waktu melihat kekurangan orang lain. Mengajarkan kita untuk hati hati berpenampilan tidak hanya lahiriah saja, juga batin yang tertata dan terjaga.

Cermin juga mengajarkan betapa pandangan mata mudah sekali tertipu, gerakkanlah tangan kananmu maka akan terlihat yg bergerak tangan kirimu, maka janganlah kita mudah memberikan penilaian kepada orang lain sebelum kita faham benar dengan orang lain tersebut.

Cermin mengajarkan  bahwa sinar yg kita arahkan kecermin akan kembali ke kita,
begitu pula dengan amal perbuatan, kebaikan yg kita lakukan maka kebaikan itu akan kembali pada kita ( dengan berbagai cara), keburukan yang kita lakukan akan kembali kepada kita (dengan berbagai jalan), maka hati hatilah dalam amal perbuatan.

Cermin mengajarkan kejujuran kepada kita, satu jerawat yg kita punya akan tetap terlihat satu di cermin, hitam kulit kita akan tetap terlihat hitam di cermin, maka bersikap jujurlah bagai cermin. Tampakkan apa yang memang seharusnya tampak, sampaikan sesuai dengan aslinya.

Cermin mengajarkan pada kita bahwa yang asli adalah kita , bukan bayangan di cermin, maka sadarilah wahai sahabatku, sesungguhnya baik buruknya kita ditentukan amal perbuatan kita sendiri, bukan bayangan dari penilaian orang lain. 

Buat apa  semata mata mengejar penilaian manusia?
Dari sekian banyak pelajaran ini semoga kita menjadi pribadi yang rajin “bercermin diri” , mengawali aktifitas dengan persiapan fisik , mental dan rohani. Jadikan cermin sebagai sarana mawas diri, jadikan peristiwa hidup yang ada disekitar kita sebagai sarana “bercermin’’ untuk melihat kualitas diri.

Semoga kita semua menjadi pribadi yang rajin “bercermin” hingga setiap hari yang terjadi adalah peningkatan kualitas diri, amin.

Sumber: Khalid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar