24 Feb 2016

9 Langkah Untuk Kritik yang Berhasil

1.   Katakan kepada penerima apa peristiwa, perilaku atau prestasi yang memprihatinkan anda.

“ dalam rapat staf pagi ini, ketika atasan saya menanyakan prestasi kita bulan lalu, anda dapat berbicara tepat pada saya akan menjawabnya.”



2.   Samppaikan kepada penerima bagaimana peristiwa, perilaku atau prestasinya menimbulkan masalah bagi organisasi, bagi anda, atau bagi hubungan anda.

“ saya dapat melihat betapa terkejutnya beliau. Tampaknya beliau heran mengapa saya, bawahan langsungnya, dapat membiarkan bawahan langsung saya menjawab pertanyaan itu. Terlebih lagi, saya tidak ingin melaporkan data itu dengan cara yang anda lakukan.

3.   Sampaikan kepada penerima bagaimana perasaan anda mengenai situasi tersebut.

“ saya merasa malu dihadapn atasn dan kecewa karena anda dan saya tidak sempat mempersatukan langkah kita secara cukup baik untuk mencegah apa yang baru terjadi.

4.   Mintalah penjelasan dari penerima mengenai apa saja yang mungkin merupakan kesalahpahaman

“ mengapa anda berbicara, dan tidak menyerahkannya saja kepada saya ?”

5.   Sarankan tindakan perbaikan; jika mungkin; libatkan orang lain dalam proses pemecagan persoalan ini.

“marilah kita terlebih dahulu meyepakati bahwa laporan prestasi merupakan tugas yang harus saya pikul kecuali jika kit amempunyai rencana lain untuk rapat tertentu. Marilah kita memilih tempat duduk yang bersebrangan dalam rapat staf sehingga kita dapat memberikan isyarat – isyarat nonverbal dalam siuasi seperti itu. Apakah anda mempunyai pemikiran lain?” atau lebih baik lagi,” bagaimana kita dapat mencegah kejadian itu terulang lagi?”

6.   Dapatkan komitmen untuk tindakan selanjutnya

“apakah anda setuju bahwa ini merupakn cara terbaik bagi kita untuk berkomunikasi dalam rapat staf? Apakh anda memperkirakan akan ada kesulitan dalam melakukannya nanti ?”

7.   Jelaskanlah bahwa anda menghargai orang itu

“fran, anda selalu mengikuti rapat staf bersama saya sejak satu setangah tahun yang lalu, dan inilah kali pertama saya merasa tidak dapat menerima masukan anda. Saya yakin anda selalu memberikan saran berharga di waktu yang akan datang.”

8.   Biarkanlah dia meresapi kata-kata anda

Jangan mendahului membicarakn hal yang lai. Seringkali lebih baik membiarkan orang itu sendirian pada saat tersebut, dengan kata-kata anda masih mengiang di telinganya. “jika anda tidka mempunyai pertanyaan atau komentar, silahkan kembali ke pekerjaan anda.”

9.   Lakukan tindak lanjut perbaikan

Pastikanlah bawhwa komitmen dipenihui. Carilah kesempatan untuk memuji perilaku baru orang yang bersangkutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar