24 Feb 2016

Bagian - Bagian dari Komunikasi


Komunikasi terdiri dari 3 bagian besar yang dapat dipergunakan untuk memaksimalkan pemahaman akan informasi yang disampaikan, yaitu:

3 Bagian Komunikasi

1.    Kata-kata ( 7% )

Manusia menciptakan suatu bahasa yang dapat dipergunakan dan dimengerti oleh manusia lainnya dalam upaya menyamakan persepsi. Meskipun memang bahasa yang diciptakan tidak dapat meliputi seluruh umat manusia di dunia. Kata-kata yang anda pakai dapat mencerminkan diri anda, misalnya kewarganegaraan anda, daerah dari mana anda berasal, umur anda, pendidikan anda, kebudayaan anda, pekerjaan anda dan lain sebagainya.

2.    Nada Suara ( 38% )

Nada suara dapat membantu dalam penekanan-penekanan atau memberi bobot dalam pengucapan kata-kata, sehingga pihak yang mendengarkan akan lebih fokus pada kata-kata tersebut. Nada suara juga bisa mengindikasikan bagaimana perasaan atau emosi yang larut dalam kata-kata yang diucapkan.

3.    Bahasa Tubuh / Gesture ( 55% )

Gesture di sini termasuk gerakan tangan,  gerakan tubuh/anggota tubuh lainnya, postur, perubahan warna kulit dan juga gerakan muka termasuk di dalamnya adalah ekspresi muka/mimik, gerakan mata, kedipan dan anggukan/gelengan. Gesture dapat dilakukan secara sadar ataupun tidak sadar.
Mengapa bahasa tubuh/gesture mengambil bobot yang paling besar dalam berkomunikasi. Gesture yang dilakukan bersamaan dengan kata-kata dan nada suara akan lebih memperkuat perasaan/emosi di dalam penyampaian kata-kata tadi. Dengan sendirinya kualitas dari komunikasi yang dihasilkan pun akan lebih efektif. Pihak yang di ajak berbicara akan dapat mengerti dan sekaligus “terbawa” dalam emosi si pembicara bahkan bisa memberikan sinyal apakah anda tertarik dengan teman bicara anda atau tidak. Secara tidak langsung, pemahaman akan kata-kata yang disertai dengan nada suara di tambah dengan gesture akan lebih mengena.

Communication Process

 Bagaimana perjalanan informasi yang disampaikan seseorang bisa masuk ke dalam pikiran teman bicaranya atau mungkin malah merubah nilai-nilai yang sebelumnya ia punyai. Dunia di luar anda adalah dunia informasi yang menjejali anda dengan banyak informasi melalui 5 indera anda. Berdasarkan penelitian, informasi yang masuk ke dalam otak manusia dapat mencapai 2.000.000 bps (bit per second) yang harus diproses. Tentunya hal ini akan melebihi kapasitas pemikiran sadar kita jika kita harus mencermati setiap informasi yang masuk. Maka anda harus menyaring beberapa informsi yang tidak perlu dicermati oleh pikiran sadar anda. Anda melakukan itu secara tidak sadar (pikiran bawah sadar). Setiap informasi yang masuk akan diolah dan disaring oleh nilai-nilai (value/beliefs) yang kita percayai, keputusan yang kita buat, bahasa yang disampaikan, dan ingatan. Sebagian dari informasi tersebut ada yang dikelompokkan (generallisasi), ada yang mengalami distorsi,  dan sebagian lainnya dihapus. Dari 2.000.000 bps yang dapat masuk ke otak manusia hanya 7+ 2 chunk per second. Dimana 1 chunk adalah 30 bit informasi

Penghapusan (deletion)

Jika memang data yang masuk ke otak kita melebihi dari 7+ 2 chunks tadi, maka data-data terebut akan langsung dihapus dari pikiran kita. Penghapusan informasi yang masuk sangat didasari oleh apa yang kita fokuskan. Hal-hal di luar apa yang kita fokuskan akan segera terhapus jika data/informasi yang kita terima melebihi kapasitas otak kita. Merubah apa yang kita fokuskan dalam pikiran kita juga akan merubah sudut pandang kita selama ini.
Misalnya, ketika anda menyukai seseorang dan orang tersebut lewat di depan anda. Maka seluruh perhatian anda akan tercurah kepada orang tersebut. Anda “tidak bisa” melihat hal-hal lain di sekeliling anda, “tidak dapat” mendengar teman sebelah anda berbicara, atau “tidak bisa” merasakan panasnya terik matahari. Hal tersebut terjadi karena 7 + 2 chunk itu “terserap” oleh pesona orang tersebut.

Generalisasi

Ketika anda mengeneralisasi, anda memperkecil jumlah informasi yang anda terima dengan membuat label pada informasi-informasi tersebut dan memasukkannya dalam sebuah ketegori atau kelompok. Generalisasi merupakan kemamupuan yang sangat berguna, scientists, pakar matematika dan artis menggunakan teknik ini.
Walaupun begitu, generalisasi  dapat membuat batasan dan berbahaya juga. Ia dapat membuat anda berpikiran sempit dan tidak siap pada pengecualian. Jika anda terlalu banyak meregeneralisasi informasi yang sampai pada anda, maka anda akan menghilangkan pilihan dan kesempatan dengan berasumsi bahwa pengalaman anda di masa lalu akan terulang kembali di masa depan. Setelah anda sadar bahwa anda telah megeneralisasi pengalaman anda maka anda akan dapat melihat pola pada apa yang telah anda lakukan  dan juga menyadari informasi-informasi lain yang telah anda abaikan sebelumnya. Hal itu akan membuat anda untuk berpikir seberapa pentingkah kategori yang telah anda punyai saat ini.

Distorsi

Distorsi muncul ketika anda menerima informasi yang dibawa oleh indera anda dan mengambil kesimpulan dari informasi tersebut. Ketika seseorang berbicara kepada anda, anda mungkin mendistorsinya dalam pikiran anda dan mengingatnya mengucapkan sesuatu yang berbeda dari apa yang mereka katakan. Distorsi ini merupakan sesuatu yang positif dan diperlukan dalam bidang artistik. Misalnya ketika anda ingin menikmati lukisan, musik, atau membaca buku, anda akan memerlukannya untuk lebih memfokuskan pikiran anda pada satu aspek dibanding aspek lainnya. Sisi negatifnya adalah ketika anda memakainya untuk pada kesimpulan yang memberikan sudut pandang negatif pada diri anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar